Selasa, 29 April 2014

Solusi Syncron DAPODIK / Sinkronisasi Offline dan Data Tidak Ditemukan






Sebelum rekan2 opertor melakukan Solusi Syncron / Sinkronisasi Offline anda harus mempunyai back up data (dataweb & database) sebelum proses syncron.

Langsung saja jika terjadi masalah saat Syncron / Sinkronisasi Offline dan Data Tidak Ditemukan, maka yang harus anda lakukan adalah :

1.          Uninstal aplikasi DAPODIK

2.          Instal kembali aplikasi DAPODIK.

3.          Stop aplikasi (dataweb dan database) seperti waktu memback up data (pasti bisa kalau punya back up data)

4.       Copy data back up yg sudah d back up dan paste di aplikasi DAPODIK (C/Program file/dapodikdas/di sini/)* pada step ini pastikan semua file pada dataweb dan database diganti dengan file hasil back up.

5.          Start/ jalankan aplikasi dapodik seperti waktu memback up data

6.          Login/masuk aplikasi Dapodik

7.          Validasi

8.          Syncron dalam keaadan TANPA koneksi internet

9.          Muncul file yg harus d download untuk d upload ke web dapodikdas

10.      Masuk web dapodik dan upload hasil download offline tadi..

11.      Login pada web dapodik dg email yang dgunakan pada aplikasi DaPODIK

12.      Cek d progres pengiriman untuk hasil..

13.      Selesai... Berdasarkan pengalaman pribadi.



TambahanUntuk menyesuaikan Data dg pusat silahkan lakukan langkah2 berikut

1.         Masuk aplikasi dapodik

2.         Validasi terus sycron

3.         Masukan file receive (koreg).. .sync yg bisa download stelah data d upload pada web dapodik. push data syncron

4.         Sekarang Data aplikasi sama dengan data yang diupload tadi.



* Langkah ini sebenarnya tidak akan merubah data pada aplikasi. Karena pada dasarnya data yg d terima adalah hasil yg sudah d upload tadi.












Minggu, 30 Maret 2014

KENAKALAN REMAJA ZAMAN SEKARANG



FENOMENA YANG MEMPRIHATINKAN TENTANG ANAK SEKOLAH ZAMAN SEKARANG

Bagaimana Pendapat Anda setelah melihat gambar diatas ???

Kali ini saya posting mengenai pendidikan karakter yang harus lebih benar dalam penerapan di sekolah dan yang utama didalam keluarga. kenapa saya membahas masalah ini, ini sebagai contoh rusaknya moral anak-anak zaman sekarang.

Pada zaman yang katanya modern saat ini moral anak-anak sekolah benar-benar merosot tajam jika dibandingkan zaman dahulu. Anak-anak Sekolah Zaman dahulu benar-benar memiliki sopan santun dengan namanya seorang Guru atau dengan orang yang lebih tua, untuk jaman sekarang menganggap Guru seperti teman. Bagaimana pendapat Anda ???

Nah untuk kali ini saya kutip dari tetangga sebelah, trik-trik dalam mendidik anak sejak dini agar dalam bertingkah laku kedepannya bisa menjadi anak-anak yang memiliki kesopanan dan tidak salah dalam bergaul,silahkan simak dengan seksama agar dapat dipahami berikut kutipannya :

FENOMENA PENYEBAB DEKADENSI MORAL DIKALANGAN ANAK

Teledor terhadap pendidikan anak mengakibatkan berbagai bentuk kerusakan dan tingkah laku negatif dikalangan anak. Di antara beberapa faktor yang membuat kerusakan & prilaku negatif pada anak sebagai berikut :

1. Anak tumbuh besar dididik di atas sifat pengecut, penakut, suka mengeluh dan gampang ketakutan.

2. Terbiasa hidup tidak teratur, judes dan selalu ingin menang dari yang lain dan hal itu dianggap suatu kehebatan anak.

3. Membiasakan anak bersikap manja, tidak disiplin dan hidup foya-foya, menghambur-hamburkan harta dan suka menonjolkan kekayaan.

4. Terlalu murah hati kepada anak da memberi segala sesuatu yang diminta ketika ia menangis di depan bapaknya.

5. Membelikan mobil sementara anak masih usia sangat muda.

6. Terlalu bersikap keras kepada anak diluar kewajaran.

7. Terlalu pelit terhadap anak.

8. Kurang kasih sayang, kelembutan dan belaian dari orang tua.

9. Sangat mengutamakan penampilan luar pada anak.

10. Terlalu bersikap buruk sangka kepada anak.

11. Membedakan antara anak-anak dalam sikap dan kecintaan.

12. Tidak segera menikahkan anak sementara dia sangat membutuhkan untuk segera menikah.

13. Menunda-nunda pernikahan anak gadis bahkan cenderung diperdagangkan dan untuk mencari kekayaan.

14. Menikahkan anak perempuan dengan laki-laki yang tidak setara dari sisi agama serta benci terhadap anak perempuan.

15. Memberi nama anak dengan nama-nama yang tidak baik.

16. Orang tua terlalu lama berada diluar rumah jauh dari anak-anak.

17. Berdoa keburukan kepada anak.

18. Membiasakan anak dengan kebiasaan jelek, ucapan pedas dan kotor serta akhlak yang hina

19. Mengerjakan kemungkaran di hadapan anak dan membawa kebiasaan buruk ke dalam rumah.

20. Problematika dan kerancuan perilaku orang tua.

21. Terlalu percaya kepada pembantu dalam mendidik anak.

22. Membiarkan anak-anak perempuan atau istri ke pasar tanpa ditemani mahram.

23. Teledor dalam masalah hubungan telepon tanpa kontrol dan membelikan telepon genggam untuk anak.

24. Orang tua kurang perhatian terhadap bacaan anak-anak.

25. Meremehkan anak dan tidak mendorong untuk kreatif dan berkarya, dan tidak memberi kesempatan kepada anak berlatih dan memikul tanggung jawab serta tidak memberi kesempatan untuk membenahi kesalahan dan merubah diri lebih baik.

26. Kurang memahami pribadi dan karakter anak serta kurang memperhatikan masa dan fase perkembangan anak dan pertumbuhan jiwanya.

27. Menghina dan meledek orang-orang yang sedang susah dan terkena musibah sebab suatu ketika Allah menyembuhkan orang tersebut dan menimpakan penyakit kepadanya.

28. Tidak peduli terhadap sekolah anak-anak mereka bahkan memasukkan ke sekolah-sekolah asing.

29. Kurang kerja sama dengan sekolah tempat anaknya belajar atau tidak ada kerja sama dengan pihak sekolah sama sekali serta membela anak membabi buta di depannya dan depan para gurunya.

30. Kurangnya kesadaran agama orang tua.

31. Akibat dosa yang dilakukan orang tua seperti dosa akibat menyia-nyiakan hukum Allah atau makan haram karena hal itusangat berpengaruh dan memberi dampak negatif pada pendidikan anak.

Itulah sebagian hal-hal yang menyebabkan penyelewengan pada anak dan fenomena keteledoran pendidikan orang tua terhadap anak. demikian postinagn kali ini semoga bermanfaat bagi kita semua.

Rewrited by Syukri, S.Pd.SD. @SLuthfy


LOGO / KOP SURAT SDN 03 ASAM JUJUHAN


Jumat, 28 Maret 2014

SURAT KEPADA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN OLEH OPS


 
 Salam SATU NUSA, SATU BANGSA, SATU BAHASA, SATU DATA. 
Ini merupakan kalimat yang digunakan oleh seluruh Operator Seluruh Indonesia sebagai selogan Operator Sekolah. Ini menunjukkan suatu ikatan yang kuat antara seluruh Operator di seluruh wilayah indonesia dan merupakan suatu ciri dari bangsa kita, bangsa Indonesia. Pada kesempatan kali ini saya mengutip sebuah surat yang ditulis oleh salah satu group operator Dapodikdas yang ditujukan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ini merupakan salah satu bentuk keluhan yang dirasakan oleh Operator seluruh Indonesia, berikut ini kutipannya  :
   
   
  Kepada Yth :
   
  PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
   
  CC. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
   
  Bismillahirohmanirrohim...
   
  Perjalanan DAPODIK selama 2 tahun ini begitu banyak perkembangan dari kualitas data sampai dengan kualitas pengiriman sampai dengan 96% Progres Nasional. Siapa yang berjasa??
   
  Pihak P2TK pun mengakui bahwa pemerintah saat ini “mengemis” meminta data dari sekolah dalam hal ini Operator Sekolah.
   
  Untuk apa?? Mulai dari Sekolah, pemerintah mengetahui dengan pasti berapa jumlah sekolah di negeri ini, berapa yang rusak ringan, berapa yang rusak berat, berapa yang kekurangan ruangan kelas tidak seperti sebelum dapodik yang dikirim secara manual banyak yang fiktif sehingga pemerintah merasa di rugikan milyaran bahkan trilyunan rupiah karena bantuan masuk kepada yang tidak berhak.
   
  Sekolah mana saja yang berhak mendapatkan bantuan DAK, mana saja yang berhak mendapatkan RKB dengan rasio jumlah siswa yang akurat, tepat dan akuntable, mana saja yang berhak  mendapatkan bantuan bangunan Perpustakaan dll.
   
  Sekarang?? Berapa milyar dan bahkan trilyunan rupiah bisa diselamatkan. Siapa yang berjasa??
   
  Dari data PTK sebelum dapodik pemerintah tidak yakin akan jumlah PTK yang ada di negeri ini, bagaimana penyebarannya, berapa jumlah PNS, berapa Jumlah Non PNS, apakah sekolah kekurangan guru ataupun malah kelebihan karena yang pemerintah pusat terima adalah laporan secara manual dari dinas provinsi, dinas kabupaten yang isinya tidak akurat setelah langsung di validasi kelapangan. Pemerintah merasa kecolongan dan dibohongi.
   
  Sekarang?? Dengan Dapodik melalui Operator Sekolah Pemerintah dengan pasti mengetahui bagaimana pemetaan PTK di sekolah-sekolah, mana saja sekolah yang kekurangan guru, mana saja sekolah yang kelebihan guru, berapa jumlah PNS, berapa Jumlah Non PNS, berapa jumlah yang berhak menerima Tunjangan Profesi sesuai dengan 24 jam mengajarnya, berapa jumlah yang berhak menerima Aneka Tunjangan untuk Non PNS yang sebelum dapodik hanya usulan manual dan ternyata sampai kepada yang tidak berhak.
   
  Sekarang?? Berapa milyar bahkan trilyunan rupiah bisa diselamatkan. Siapa yang berjasa??
   
  Peserta Didik, sekarang dengan pasti pemerintah bisa mengetahui berapa Dana BOS harus dikucurkan ke sekolah-sekolah, berapa dana BSM harus dikeluarkan tidak seperti sebelum dapodik yang pengajuannya dilakukan secara manual karena banyaknya sekolah-sekolah yang membengkakkan datanya.
   
  Sekarang?? Berapa milyar bahkan trilyunan rupiah bisa diselamatkan. Siapa yang berjasa??
   
  Operator Sekolah ibarat Pejuang Kemerdekaan RI, yang berjuang jiwa dan raga dengan hati ikhlas dan profesional, mengorbankan materi, meninggalkan keluarga tanpa melihat resiko dan jasa apa yang akan mereka dapat tetapi tujuan mereka adalah berjuang untuk kemerdekaan Republik Tercinta ini, untuk seluruh Rakyat RI. Mereka adalah cikal bakal kemerdekaan tanpa kenal lelah siang dan malam memperjuangkan Kebebasan dari penjajah. Walaupun nantinya hanya ucapan terimakasih yang didapat, hanya sebuah nama yang di kenang dalam buku sejarah dan batu nisan bahkan tanpa di kenal sama sekali dan dianggap tidak ada.
   
  Apa yang membuat semangat Operator Sekolah??? Sebuah system dari pemerintah melalui aplikasi-aplikasi terutama Dapodik memotong jalur birokrasi Administrasi dari sekolah, UPT kecamatan, Dinas Kabupaten, Dinas Provinsi dan Pusat. Kecurangan-kecurangan yang terjadi, manupulasi data, pembengkakan jumlah Peserta Didik, pelaporan BSM yang fiktif, laporan palsu dari penerima sertifikasi dan lain sebagainya di kikis oleh Aplikasi yang namanya dapodik. Pelaporan dari Sekolah langsung ke Dirjen Kemdiknas membuat gerah para pejabat yang nakal, yang memanfaatkan pelaporan secara manual, tidak bisa lagi menahan ataupun menyunat tunjangan-tunjangan yang langsung masuk ke rekening penerima, dan mungkin yang terjadi sekarang hanya membuat “pengkondisian” dan juga “belas kasihan” dari sang penerima tunjangan.
   
  Nah..disinilah Peran seorang Operator Sekolah sangat penting dalam menginput data dengan benar dan sesuai realita dengan tidak keluar dari Aturan-aturan pemerintah sesuai tuntutan Aplikasi dan dibayangi dengan UU ITE. Seorang Operator Sekolah harus menguasai alur dan strukture pemograman, Aturan pembagian jam Pembelajaran sesuai KTSP ataupun KUR 2013, penguasaan mereka lebih hebat dari Wakil Kepala sekolah bagian program kurikulum, mendata seluruh peserta didik dan PTK, lebih hebat dan rinci dari bagian sensus kependudukan dan kepegawaian daerah, bertanggung jawab mengenai pencairan dana BOS, tunjangan sertifikasi  PTK, bantuan RKB, DAK, dsb yang berkaitan dengan sekolah lebih hebat dari pejabat-pejabat pembuat kebijakan, dan para dewan yang terhormat yang membuat persetujuan. APLIKASI YANG LUAR BIASA HEBAT dan OPERATOR YANG LUAR BIASA HEBAT DAN HANDAL.
   
  Untuk siapa sebenarnya OPS berjuang..?? Untuk Sekolah, Untuk Siswa, Untuk PTK lantas….Apa yang Operator Sekolah terima?? Tekanan dari sekolah, dari PTK yang bersertifikasi, dari PTK Non PNS yang merasa berhak menerima Aneka Tunjangan.
   
  Sementara Operator Sekolahnya pun tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah, hanya melempar ke sekolah dengan sedikit mencatumkan di JUKNIS BOS 2014 itu juga kalau dijalankan oleh Sekolah..buktinya banyak keluhan dari Operator Sekolah yang memakai laptop sendiri, modem dan pulsa sendiri dengan honor sekolah yang disamakan dengan honor penjaga sekolah bahkan mungkin di bawahnya dan pantas saja dari sekolah dan PTKnya tidak menghargai pekerjaan Operator Sekolah karena Pemerintahpun tidak menghargai kerja kerasnya Operator. Ada yang bilang “kalau tidak sanggup jangan jadi operator sekolah”, Bukan mengenai mau atau tidaknya menjadi Operator Sekolah bukan mengenai sanggup tidaknya menjadi operator sekolah karena itu berkaitan dengan individu masing-masing, tetapi esensi dari tugas Operator Sekolah sendiri, Penghargaan Untuk Operator Sekolah sendiri.
   
  Melalui Aneka Tunjangan yang tadinya diharapkan para Operator Sekolah sekarang sudah tinggal cerita, ini bukti Operator Sekolah di abaikan oleh Pemerintah, belum lagi Kriteria penerima tunjangan yang sudah di tetapkan melenceng jauh dan tergantung dari tangan sakti Operator Aneka SIMTUN Kab..ini kutipan komentar petinggi P2TK pada satu status.
   
  "Tagor Alamsyah Harahap Ukurannya bukan paling duluan atau belakangan, yg jadi ukuran adalah kebenaran data, jika kirim dgn sync tetap kami gunakan dan kami umumkan dgn info PTK, jika ada kesalahan bisa dikoreksi kirim ulang dgn bsd, jadi mau belakangan atau mau paling duluan tetap yg jadi patokan kebenaran data. Jika dilihat di info PTK ada dalam kurung sync atau BSD jadi dua2nya diakomodir.
   
  Petikan dari http://dikdas.kemdikbud.go.id/index.php/dinas-pendidikan-kabupatenkota-tentukan-calon-penerima-tunjangan-guru/
   
  “Nominasi yang muncul dari layar mereka online. Kabupaten/Kota membuka aplikasi, muncul nama-nama guru yang memenuhi syarat (nominasi) yang diambil dari Dapodik beserta jumlah kuotanya, tinggal operator Kabupaten/Kota check list siapa orangnya sejumlah kuota. Dia simpan, saat itu juga langsung terbaca di Jakarta,” urainya.
   
  Lebih lanjut Tagor menjelaskan, penentuan nama guru penerima tunjangan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota lantaran merekalah yang tahu kondisi guru di lapangan. Jika tahun lalu seorang guru mendapat tunjangan, maka tahun ini ia bisa tidak dapat tunjangan lagi. Hal ini tergantung kebenaran data yang dikirim karena bisa saja guru tersebut sudah tidak memenuhi syarat.
   
  Bagaimana Pak Tagor menjelaskan gambar yang saya lampirkan.
   
  Sudah di abaikan kini Operator Sekolah merasa di pojokkan karena Data yang sudah benar tidak mendapatkan tunjangan sementara data yang belum benar mendapatkannya.
   
  Kami hanya minta OPERATOR SEKOLAH diperhatikan oleh pemerintah tidak lebih..
   
  Kami hanya minta OPERATOR SEKOLAH dihargai oleh pemerintah tidak lebih…
   
  Salahkah OPERATOR SEKOLAH minta untuk di prioritaskan mendapatkan tunjangan tersebut,, karena Operator Sekolah sudah menyelamatkan Uang Negara milyaran bahkan trilyunan rupiah.
   
  Karena Operator Sekolah sudah dibodohi oleh Operator Kabupaten dan juga Operator Sekolah tidak dianggap ada oleh pemerintah pusat, maka saya putuskan untuk menghentikan pengiriman data sampai ada kejelasan dan bukti bahwa pemerintah memperhatikan Operator Sekolah.
   
  Bila saya mati besok, setidaknya saya sudah tenang karena perjuangan saya, walaupun lewat tulisan dan jejaring sosial, mudah-mudahan berbuah hasil agar Operator Sekolah Indonesia kedepan bisa di SK kan paling tidak mendapat Tunjangan Operator Sekolah.
   
  Mohon Maaf sebesar-besarnya dan Terimakasih kepada:
   
  - Saudara dan Sahabat saya Ahmad Rizal, yang sudah mengajak saya bergabung dengan TIM DAPODIK lantai 5.
   
  - Bapak Yusuf Rokhmat yang sudah menerima saya menjadi bagian dari TIM DAPODIK lt.5
   
  - Ndan Obeng Bunhauw yang sudah membimbing saya dari awal terbentuknya Forkops Jabar sampai di lt.5.
   
  - Para rekan-rekan Gerilyawan Dapodik yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu yang sudah berjuang tanpa henti dan tanpa diminta sudah membantu pemerintah dalam sosialisasi dan menjaga DAPODIK ini.
   
  -  Para rekan-rekan Operator Sekolah seluruh Indonesia yang sudah mempercayai saya sebagai nara sumber dan tempat bertanya.
   
   
   
  Tetap Dalam Semangat SATU NUSA, SATU BANGSA, SATU BAHASA, SATU DATA !!
   
  Nobody One Perfect. :)
   
 
   
Demikian kutipan surat untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, semoga dengan postingan saya ini mereka yang duduk di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dapat membaca, dan Aspirasi ini dapat ditindak lanjuti. 
Reposting by @SLuthfy ,